undefined

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual, dan penyebab sifilis ini pada umumnya ditularkan melalui hubungan badan dengan seseorang yang sudah terinfeksi sifilis.

Sifilis awalnya hadir sebagai luka yang tidak menyakitkan pada alat kelamin, rektum, mulut, atau permukaan kulit, dan bisa menjadi tidak aktif dan hidup dalam tubuh selama bertahun-tahun dan, terkadang, beberapa dekade.

Apakah Penyebab Sifilis?

Diketahui penyebab sifilis disebabkan oleh bakteri yang bernama Treponema pallidum dan bakteri ini menyebabkan infeksi saat masuk ke kulit yang pecah pada selaput lendir dan biasanya dari alat kelamin. Penyebab sifilis juga paling sering ditularkan melalui kontak seksual, seperti seks vaginal, oral maupun anal, meski juga bisa ditularkan dengan cara lain.

Perlu Anda ketahui juga bahwa penyakit raja singa atau sifilis telah tersebar di seluruh dunia, namun sifilis lebih sering terjadi di daerah perkotaan, dan jumlah kasus meningkat paling cepat saat pria berhubungan seks dengan sesama pria. Selain itu orang dewasa muda yang berusia 15 - 25 tahun adalah populasi dengan risiko tertinggi untuk mengalami sifilis.

Bagaimana Saya Tahu Jika Saya Memiliki Raja Singa?

Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa sifilis memiliki beberapa tahap, dan masing-masing tahap memiliki gejala-gejala yang berbeda dan berikut dibawah ini adalah penjelasannya:

  1. Sifilis Primer
  2. Sifilis Sekunder
  3. Sifilis Laten
  4. Sifilis Tersier

Sifilis Primer

Biasanya seseorang yang mengalami sifilis primer atau tahap sifilis pertama akan mengalami satu atau lebih luka yang biasanya disebut chance dan luka tersebut biasanya kecil tanpa rasa sakit.

Luka tersebut bisa terjadi pada alat kelamin atau di dalam atau di sekitar mulut (akibat oral seks) atau di suatu tempat lain antara 10 sampai 90 hari setelah seseorang terinfeksi. Bahkan tanpa perawatan seseorang bisa sembuh tanpa bekas luka dalam 6 minggu.

Sifilis Sekunder

Biasanya seseorang yang mengalami sifilis sekunder atau tahap kedua bisa berlangsung satu sampai tiga bulan dan dimulai dalam enam minggu sampai enam bulan setelah seseorang terinfeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa seseorang dengan sifilis sekunder akan mengalami ruam kemerahan yang muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Namun, ruam dengan penampilan berbeda bisa terjadi pada bagian tubuh yang lain, terkadang menyerupai ruam yang disebabkan oleh penyakit lain.

Dan ruam juga mungkin berbentuk seperti kutil yang lembab di pangkal paha, lalu gejala lainnya adalah timbulnya bercak putih di bagian dalam mulut, kelenjar getah bening membengkak, terasa demam, dan penurunan berat badan, namun jika sifilis sekunder tidak segera diobati maka akan berlangsung ke tahap sifilis selanjutnya.

Sifilis Laten

Jika sifilis sekunder tidak segera diobati maka akan berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu sifilis laten ataupun sifilis tidak aktif. Pada fase ini sifilis berlangsung beberapa tahun, akan terdiri dari tubuh yang menyimpan penyakit tanpa ada gejala sifilis

Meskipun tidak ada gejala sifilis, namun selama fase ini, penyakit ini kadang dapat berkembang menjadi stadium akhir sifilis (yaitu sifilis tersier).

Sifilis Tersier

Jika infeksi sifilis tahap sebelumnya tidak segera diobati maka penyakit ini kemudian dapat berlanjut ke stadium akhir yang ditandai dengan masalah berat dengan jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, tuli, impotensi, dan bahkan jika tidak diobati maka seseorang akan mengalami kematian karena hancurnya organ vital yang rusak akibat sifilis.

Itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai penyebab sifilis, sampai jenis-jenis sifilis dan misalkan Anda mengalami beberapa gejala sifilis maka segeralah untuk berobat ke tempat medis karena pada umumnya penyakit sifilis akan lebih buruk dari waktu ke waktu.